Focus Group Discussion Kerjasama Tata Kelola Persampahan Menggunakan Teknologi Informasi Dan Komunik

Kamis, 05 Maret 2020 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menghadiri acara Focus Group Discussion Kerjasama Tata Kelola Persampahan Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Mendukung Bekasi Smart City yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Harapan Indah. Acara ini merupakan kerjasama PT.Wasteforchange Alam Indonesia dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka membangun sistem kelola persampahan di Kota Bekasi yang lebih baik. PT.Wasteforchange Alam Indonesia akan berivenstasi infrastruktur persampahan di hulu (pewadahan dan pengangkutan) dan diantara (Rumah Pemulihan Material/Tempat Sorting Persampahan di beberapa tempat) dengan kapasitas hingga 500 ton per hari. FGD ini dilaksanakan untuk mendukung kerjasama Wasteforchange dengan Pemerintah Kota Bekasi tersebut. Acara dihadiri oleh Wali Kota Bekasi serta berbagai instansi terkait termasuk jajaran UPTD Kebersihan Kota Bekasi, Camat dari beberapa wilayah Kota Bekasi, Bapenda, Disdukcapil, Satpol PP, dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi.

FGD ini membahas mengenai penegakan hukum untuk mencegah pengelolaan sampah ilegal, alternatif penerapan retribusi sampah berkeadilan, dan juga identifikasi berbagai kebutuhan untuk mendukung Tata Kelola Persampahan Kota Bekasi dengan Sistem Smart City.

Beberapa Point hasil FGD ini yaitu:

Pada ranah penegakan hukum, regulasi harus dibuat secara spesifik mulai dari kriteria pelanggaran, prosedur penindakkan utk perorangan maupun lembaga, hingga jenis sanksi dan reward. Metode pelaporan yang akan digunakan harus dipastikan tidak melanggar UU. Tupoksi petugas penegakan hukum dari hulu-hilir pun perlu diperjelas dan perlu ada anggaran yg memadai utk mendukung petugas penegakan hukum melaksanakan tugasnya.
- Untuk retribusi sampah berkeadilan, standar retribusi yang disepakati perlu ditetapkan di regulasi pemerintah. Pilihan standar retribusi sampah yg dapat digunakan berdasarkan hasil diskusi: luas bangunan, NIK (jiwa), atau kantong (volume/berat sampah)
- Untuk penarikan retribusi, alur yg sudah ada sekarang dapat disederhanakan dengan sistem Smart City di mana pembayaran dilakukan secara online dan setiap rumah akan memiliki rekening sampah. Sebelum melaksanakan ini perlu dipastikan apa standar biaya retribusi yang dibayarkan dan perlu mempertimbangkan metode penagihan utk warga yang tidak memiliki smart phone.
- Setelah ada kebijakan/peraturan baru, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui adanya kebijakan tersebut serta memahami pihak-pihak mana saja yang memiliki kuasa untuk melakukan penindakan. Sosialisasi dapat dilakukan dengan undangan dari mulai Kecamatan hingga RW kemudian media poster/informasi berbentuk PDF yang dapat disebarkan melalui media elektronik.

.

... penulis deby kategori Populer

Kota Bekasi

Social Links